Feed on
Posts
comments

Hari Jumat, 30 Oktober 2009 lalu gue mengganti suasana dating dengan menonton orkestra.. Hehehe.. Dan kali ini gue lumayan ngebet. Karena udah beberapa kali gue coba untuk nonton konser Capella Amadeus String Chamber Orchestra dimana temen SMA gue Pupa Karina B. Soerjodibroto adalah salah satu pemain biolanya, tapiiii yg ada gue keabisan tiket melulu.. :( To be honest, gue sebenernya mau membandingkan dengan konser-konser lokal lain yg pernah gue tonton sih. Soalnya so far belom ada yg memuaskan dan gue cukup penasaran dengan chamber yg udah tour keliling Indonesia sejak gue masih SMA ini. Dan yg lebih bikin penasaran lagi karena Karina sangat merekomendasikan konsernya yg ini. Karena katanya ada bintang tamu seorang cellist profesional tingkat dunia bernama David Riniker yg bakalan main bareng ! Dan katanya juga susah banget untuk ngundang dia. Kudu pake KKN. Hehe..

Berangkat dari rumah jam 1/2 6 untuk konser yg dijadwalkan jam 1/2 8. Dan jalanan macet berat !! Belom makan malem pula. Akhirnya setelah hopeless kesasar karena cari jalan alternatif yg kagak terlalu macet, makanlah dulu di KFC Blok M. Abis itu perjalanan lanjut dan tepat jam 1/2 8 gue sampe di Balai Kartini. Gue pun terseok-seok lari ke toilet (karena takut kebelet di sela-sela pertunjukan) soalnya luka alergi racun serangga itu masih belom sembuh total. Dan untunglah konser belom dimulai. Yorris yg masih terjebak di Ratu Plaza waktu gue masih terjebak di depan Jamsostek pun ngga ketinggalan konser untungnya.

Konser dibuka dengan Concerto Grosso in G-Major, Op. 6, No. 1, HWV 319 (Haendel). Terdiri dari 5 bagian : A tempo giusto, Allegro, Adagio, Allegro, Allegro Finale. Very nice song ! Gue yg khawatir Hendy bakalan ketiduran lirik-lirik dan untung dia keliatan menikmati walo gue yakin dia ngga ngerti (gue juga baru pertama kali denger tuh lagu hehehe). Soalnya lagunya lumayan ceria. Dan gue sangat amazed bahwa Capella Amadeus String Chamber Orchestra ternyata kualitasnya di atas harapan gue. Dengan begitu banyak alat musik gesek yg berperan di situ, seluruhnya bermain dengan harmonis. Ngga ada tuh yg namanya ada nada ketinggalan. Semua bermain rapi dan serempak. Bravo !

Lagu kedua adalah Concerto in G-Minor For 2 Cellos, RV 531 (Vivaldi). Lagu terbagi menjadi 3 bagian : Allegro, Largo dan Allegro. Di sini beberapa player turun panggung dan si bintang tamu muncul dengan seorang cellist cewe bernama Alice Yuriani Hadimuljo. Lagunya khas Vivaldi banget, yg kalo kata Hendy kayak lagu iklan furniture. Yeah emang lagu Vivaldi banyak dipake untuk iklan expo sih dan mostly furniture. Hehehe.. Yg sangat disayangkan adalah bahwa di lagu ini begitu keliatan perbedaan experience antara Alice Yuriani Hadimuljo dan David Riniker. Jadi sewaktu cello bersahut-sahutan, suaranya jadi kedengeran sumbang. Bukan karena Alice Y.H. yg kurang latihan. Tapi karena si David Riniker yg kelewat jago. Huehehe.. Gue yakin kalo dia ngga ada, permainan Alice Y.H. bisa dibilang bagus. Cuma karena dia ada, jadi standar pembandingnya naik terlalu tinggi. Tapi salut untuk Alice Y.H. yg ngga gentar bermain bareng dengan cellist level dunia. Konser kemarin juga pasti akan jadi pengalaman sangat berharga buat dia. Iya laahh, kapan lagiii getoohhh. Ibarat nyanyi bareng Michael Jackson kan :P Hehehehe…

Seperti yg udah gue tebak, lagu ketiga adalah Cello Concerto in D-Major (Haydn). Lagu terbagi menjadi 3 bagian : Allegro Moderato, Adagio, dan Allegro. David Riniker berpindah posisi ke tengah-tengah. And really, he IS a damn great superb cellist. Lagu ini lullaby alias mendayu-dayu dan Hendy tidur dengan sukses di bagian ke-2 alias Adagio yg paling menyayat-nyayat itu. Hehehe..

Setelah break selama 10 menit, konser lanjut dengan Serenade for Strings in C-Major, Op. 48 (Tchaikovsky), yg terdiri dari 4 bagian : Piece in the form of a sonatina, Waltz, Elegie, Finale. Well, actually gue emang kurang suka dengan lagu-lagu Tchaikovsky karena menurut gue agak datar. Bukan ngga indah sih, tapi keindahannya itu rata dari awal sampe akhir yg membuat karyanya jadi agak monoton. Tapi gue suka kok bagian Waltz dan Finale. Dan agak ngantuk di bagian Elegie. Hihihihi.. Sedih sih…

Lagu terakhir adalah Andante Cantabile, Op. 11 (Tchaikovsky). David Riniker kembali pindah posisi ke tengah sebagai solo. Dan di sini dia bermain lebih hebat lagiiiii dibanding Cello Concerto sebelomnya. Gue sampe berpikir “Man..!! Ini sih udah bukan orang main cello, tapi dia itu adalah cello yg lagi bernyanyi”. Hehehe..

Sesuai dengan tradisi yg entah dateng dari mana tapi selalu menjadi kekhasan sebuah konser musik klasik, sang bintang tamu naik-turun panggung seirama dengan tepuk tangan yg ngga putus-putus dari para penonton yg terpesona. Dan setelah beberapa kali begitu, David Riniker & Capella Amadeus mempersembahkan 3 buah lagu tambahan, dimana salah satunya adalah O Ina Ni Keke ^^

Overall, gue PUAS banget nonton konser kemaren itu. Begituuu baruuu konseeerrr… Hehehehe… Bayar Rp 100.000,-/orang pun ngga rugi gue. Nonton dari balkon pun masih keliatan jelas dan suaranya pun jelas. Cuma yg ganggu itu luka gue aja yg masih 70%, jadi gue duduk gelisah gitu. Posisinya ngga ada yg wuenak karena lukanya masih denyut-denyut belom mau untuk duduk normal.

Berikut sekilas mengenai David Riniker (dari buku acara) :
================================================
Lahir di Basel (Swiss) di tahun 1970 sebagai anak dari seorang musisi, David Riniker mengawali studinya dengan Jean Paul Gueneux waktu berusia 6 tahun, dengan siapa dia menyelesaikan pendidikan awal cello pada usia 19 tahun dengan gelar kehormatan. Solo-diploma-nya dicapai 3 tahun kemudian dengan cellist Antonio Meneses di Music Academy Of Basel. Dia menyelesaikan pendidikannya dalam master-classes dengan Arto Noras, Boris Pergamenschikow, Wolfgang Boettcher dan David Geringas.

Pada usia 24, David mengikuti audisi untuk sebuah posisi di Berlin Philharmonic’s Karajan Academy. Tapi dia ditolak karena melebihi kualifikasi ! Dia diminta untuk mengikuti audisi lain keesokan harinya - kali ini untuk posisi dalam orkestra itu sendiri, dimana dia diterima di tempat.

Selain menjadi anggota Berlin Philharmonic Orchestra, dimana dia dipanggil “The Swiss” dikarenakan permainannya yg memiliki ketepatan dan kehandalan jam Swiss, David bermain dengan berbagai kombinasi musik kamar (chamber music), termasuk dengan “12 Cellisten der Berliner Philharmoniker” yg terkenal, “Breuninger-Quartett”, “Philharmonisches Streichtrio” dan duo dengan violinist Christoph Streuli. Dia juga berkembang menjadi arranger untuk 12 Cellists, meminta mereka untuk melakukan hal yg tidak pernah terbayangkan orang bisa dilakukan dengan cello.

Sebagai penerima banyak gelar kehormatan, baik di negerinya maupun di luar negeri, seperti pada “4e Tournoi Eurovision des Jeunes Musiciens” di Amsterdam, atau pada “European Youth Prize” di Varna (Bulgaria), David pernah bermain di Eropa, Amerika, Cina dan Jepang. Beberapa rekaman dibuat untuk radio dan CD, terutama CD “As Time Goes By” dan “Angel Dances” oleh “12 Cellists”, dimana dia menulis aransemennya.
================================================

Lousy British

Sekitar 3 minggu lalu gue menang bid majalah bekas di Ebay UK. Gue padahal udah baca semua tulisannya. Kira-kira majalahnya apa-apa aja, trus payment harus pake apa, trus dia juga nawarin pengambilan secara lokal untuk menghemat biaya dan juga ada ketentuan-ketentuan shipping abroad. Dan gue bid pun bisa, which always means that gue yg di luar negeri ini juga akan dilayani. Kalo emang dia ngga mau melayani, biasanya gue di block dan ngga bisa nge-bid. Dan yg pertama2 harus gue lakukan biasanya adalah mengontak si seller untuk minta special right. Ada yg mau, ada yg ngga. Tapi biasanya mau. Soalnya biasanya bidder dari luar negeri lebih serius dibanding yg lokal.

Karena ngga ada lagi yg lain yg nge-bid, menanglah gue dengan harga yg dia pasang, yaitu 10 poundsterling. Murah deh, untuk sekitar 150 majalah. Gue emang ada rencana khusus dengan majalah-majalah. Setelah menang bid, gue tunggu invoice selama beberapa hari. Lah kok invoicenya ngga dateng2, padahal sejauh ini invoice selalu dateng maksimal 2 hari setelah gue menang bid. Gue pikir nih orang bangke nih, kyknya dia ngga seneng gue menang dengan harga terendahnya dia kali. Akhirnya gue bayar aja deh tuh plus shipping cost 10 poundsterling. Jadi total 20 poundsterling. Soalnya shipping costnya harus diisi. Gue pikir ngga mungkin lah shipping segitu berat cuma 10 poundsterling. Pasti gue harus bayar lagi, setelah gue dapet konfirmasi dari dia.

Gila ye, gue untuk konfirmasi pembayaran aja harus berkali2 sampe dapet jawaban dari dia. Dan dia nyuruh gue arrange shipping sendiri karena dia ngga mau posting. Ternyata emang ada tulisan kecil di pojokan mana gitu “No Posting” yg emang ngga kebaca sama gue pas gue nge-bid. DAMN…!!! Untuk minta info berat barang juga gue butuh berkali2 nanya. Minta alamat juga perlu berkali2 nanya. Intinya gue udah kyk pengemis aja deh ngadepin si British bangke satu itu. Gue jadi bingung sekarang nih. Gue cek untuk FedEx pick-up service, yeah rite, harganya 4 jutaan….. 4 juta untuk majalah bekas???? Hell no…!! Tapi gimana dong dengan nasib majalah-majalah gue? Ada yg tinggal ato punya kenalan yg tinggal di Blackpool, Lancashire, UK? Please help..!! Gue perlu di posting aja pake post biasa….. Hiks……..

Shits Today

Hari ini lumayan hectic :(
Pagi-pagi jam 10 gue udah dapet telpon dari karyawan gue si Ratna yg di MAG. Katanya karyawan baru gue yg namanya Esti belom dateng juga padahal jam 10 udah waktunya buka dan gue pesen untuk dateng jam 1/2 10. Katanya dia udah coba telpon-telpon tapi HP nya ngga aktif. Gue coba telpon GSM-nya ngga aktif juga, gue telpon-telpon ke rumahnya juga ngga diangkat-angkat. Well, gue udah feeling deh, udah pasti deh nih si Esti ngga bakalan dateng. Dasar orang kampung !! Kalo ada keberatan ngomong kek. Jangan iya, iya aja, tapi trus kabur. Gue jadi buang waktu 1 hari kan. Kesian karyawan-karyawan gue di MAG udah sebulan kagak liburan. Walo gue kasih uang lemburan lumayan, tapi bukan berarti itu bisa bikin mereka seneng. Yg namanya manusia pasti pengen liburan.

Trus sekitar jam 11, Ibu Lanny yg mirip nenek lampir gila itu nelpon gue cuma untuk marah-marah. Gila ya tuh orang, seumur idup dah baru kali ini gue dilayani perusahaan ekspedisi sekasar dan sesombong itu. Nama perusahaan ekspedisinya tuh Paragon Cargo. Sebenernya nih Paragon Cargo udah punya riwayat ngga enak di gue. Tahun lalu gue nyari ekspedisi yg melayani pengiriman Korea - Jakarta. Karena tante gue dulu pernah impor barang dari Korea, maka gue tanya dia dan dapetlah nomor si Paragon Cargo langganannya dulu. Buset dah tuh customer service ngga sopan banget. Udah judes, masa jawab telpon gue sambil ngunyah makanan..!! Gue emang rada ngotot nanya ke dia. Abisnya, masa gue kagak bisa sih dapet rate kira-kira dari dia? Emang waktu itu udah deket Lebaran jadi ekspedisi udah ngga berangkatin barang. Tapi masa rate sebelomnya aja gue kagak bisa dapet? Padahal kan gue mau nyiapin barang untuk dikirim. Ya gitu deh. Untung gue ketemu ekspedisi lain yg jauh lebih waras. Jadi waktu itu barang gue bisa jalan. Selama 1 tahun gue pake ekspedisi itu tapi kok lama-lama kayaknya mahal ya. Jadi ceritanya sekarang gue lagi coba cari alternatif. Ada 2 ekspedisi yg gue hubungi dan kebetulan keduanya melayani. Yg 1 sih standar lah, ngga judes tapi juga ngga baik-baik amat, masih acceptable lah. Lah si Paragon Cargo ini gila..!!

Asumsi awal gue, yg melayani impor dari Korea ini sepertinya cuma 1 orang, yaitu Ibu Lanny ini. Gila yah, mau hubungi dia tuh susahnya kyk mau hubungi SBY kali. Hehehe.. *hiperbolis* Bayangin aje, gue telpon berkali-kali dari jam 9 pagi sampe jam 2 siang dia masih online terus. Akhirnya customer service (yg dari suaranya masih sama dgn tahun lalu, gue ngga akan lupa suaranya) minta nomor telepon gue untuk dihubungi. Gue tungguin sampe jam 6 sore kagak ditelpon juga. Besoknya jam 9 pagi gue telpon lagi, gue complain sama si customer service, gimana sih nih kok mau telpon aja susah betul. Akhirnya sekitar jam 10 gue ditelpon. Dan jam segitu kebetulan gue udah buru-buru mau berangkat ke Mal Artha Gading. Instead gue langsung dapet rate seperti yg gue inginkan, gue malah diomel-omelin dari awal.
Lanny Nenek Lampir : Ini dari perusahaan apa?
Gue : Perorangan.
Lanny Nenek Lampir : Mana biiiisssaaa..!! (dengan nada tinggi) Harus pake nama perusahaan..!!
Gue : Saya ngga punya perusahaan.
Lanny Nenek Lampir : Tapi punya toko kan?
Gue : Punya.
Lanny Nenek Lampir : Ya pake toko doooonnnnnggg..!! (tetap dengan nada tingginya)
Gue : Pake toko atau ngga kan sama aja, Bu, ujung-ujungnya tetep perusahaan perorangan, saya ngga punya PT.
Lanny Nenek Lampir : Pokoknya ngga bisa !! Harus pake nama toko.
Gue : Ya terserah Ibu deh. Saya mau tau rate dari Korea ke Jakarta berapa Bu?
Lanny Nenek Lampir : Saya ngga bisa kasih kalo belom dapet data perusahaan !!
Gue : (udah mulai kesel dengan nada tinggi dan menggurui dari si nenek lampir) Ya udah cepetan lah, Bu, butuh apaan aja?
(Bla.. bla.. Detail toko)
Lanny Nenek Lampir : No. fax?
Gue : Ngga ada. (sebenernya ada tapi pesawatnya harus ganti dulu dan gue udah mau berangkat which is bisa bikin gue telat, jadi gue prefer not by fax)
Lanny Nenek Lampir : Lhooooooooooooo..??? Jadi saya gimana doonnngg kalo mau ngasih harga???? (gue udah kayak terdakwa aja rasanya)
Gue : Pake email kan bisa, Bu. (dalam hati : susah amat sih, emang di dunia ini cuma bisa pake fax apa, gaptek deh lu)
(Bla.. Bla.. Detail dilanjutkan)
Gue : Saya mau kirim barang dari Korea ke Jakarta, beratnya sekitar 66 kg. Berapa rate per kg by air dan sea?
Lanny Nenek Lampir : Barangnya apa?
Gue : Buku pola.
Lanny Nenek Lampir : Aduuuuhhh…!!! (bener-bener deh nada suaranya tuh kayak gue baru ngerusakin barang berharga) Buku bahasa Korea ya?
Gue : Iya, tapi itu buku pola, tulisannya ngga banyak, ngga kayak buku pelajaran, lebih banyak gambarnya.
Lanny Nenek Lampir : Bentar saya cek dulu.
(telpon digantung beberapa saat)
Lanny Nenek Lampir : Iya, bisa.
Gue : OK, kira-kira harganya berapa, Bu?
Lanny Nenek Lampir : Mau pake apa? Air atau sea?
Gue : Oh, bisa dua2nya ya Bu kalo 66 kg?
Lanny Nenek Lampir : Iya, bisa.
Gue : Bisa minta dua2nya ngga, Bu, siapa tau…
Lanny Nenek Lampir : Aduuuuuuuhhhhhhhh…!! Ngga bisaaaaa…!!! Saya mana bisa kasih kamu harga kalo detailnya ngga jelas begini.
Gue : Ya saya mau minta dua-duanya karena saya masih menimbang mau pake udara atau laut. Kalo saya bisa menuhin syaratnya kan saya boleh milih. Masa saya ngga boleh milih?
Lanny Nenek Lampir : Yaaaaa.. Kalo mau dapet harga ya infonya harus jelaaaasssssssss…!!
Gue : Ya kan udah jelas, tapi kalo saya mau nambahin barang lagi ya kan udah tau jadinya..!! Nanti tinggal confirm !! (gue mulai panas)
Lanny Nenek Lampir : Iya tapi ngga ada nih jalur Korea - Jakarta, harus lewat Singapore..!!
Gue : Ya ampun, bilang kek dari tadi, Bu..!! (kesel gue, udah buang2 waktu tarik urat sama orang gila hasilnya ternyata mengecewakan)
Lanny Nenek Lampir : Eh, kamu kok sewot begitu sih? Saya bicara baik-baik, kamu kok sewot begitu sama saya? (anjriiittt gue diomelin sama orang yg dari tadi bikin gue panas..!!!)
Gue : Ibu, saya tuh udah kesel banget ya nih dari kemarin. Ditelpon susah banget seharian, sekalinya bicara udah berbelit-belit ngga taunya ngga ada jalurnya..!!
Lanny Nenek Lampir : Mana saya tau kamu kemarin seharian telpon saya..!!
Gue : Udah lah, Bu, ngga usah dibahas, itu masalah personal. Ngurusin yg harus diurusin aja !! Jadi kalo lewat Singapore berapa nett-nya?
Lanny Nenek Lampir : Ya saya ngga bisa kasih harga..!! Nanti barang masuk dulu ke Singapore, nanti clearance di sana, clearance-nya kamu yg bayar…
Gue : Bu, prosesnya saya udah tau. Saya..cuma..mau..minta..rate..bersihnya..dari..Korea..ke..Jakarta..berapa?
Lanny Nenek Lampir : Kamu nih, saya lagi ngomong kok dipotong sih?
Gue : Bu, saya sudah sering impor jadi prosesnya saya udah tau. Yg penting buat saya sekarang ini cuma harganya..!! Berapa??
Lanny Nenek Lampir : Oya kamu sering impor? Dari mana aja? Ngga ada datanya di sini.. (dengan nada meremehkan)
Gue : Ya jelas ngga ada, orang ini baru pertama kalinya saya mau pake Paragon. Saya impor dari banyak negara, tapi pake ekspedisi lain, Ibu ngga perlu tau. Saya cuma perlu harga dari Korea ke Jakarta by air dan sea karena saya masih menimbang mau nambahin barang atau ngga. Yg udah fix itu baru dus yg 66kg itu aja. Bisa tolong di-email ngga harganya by air dan sea?
Lanny Nenek Lampir : Ohhh jadi kamu udah tau nih yaa semua prosesnya lewat Singapore….. (masih dengan nada meremehkan)
Gue : Iya udah tau, Buuu… (gaya murid jawab guru dengan serempak) Bisa kan saya dapet surat penawarannya lewat email?
Lanny Nenek Lampir : OK, nanti saya kirim.

Fiuuuuhhhh.. Lega deh gue bisa selesai pembicaraan. Walo gue udah kepengen ngelempar HP Esia gue waktu dia marah-marah, tapi gue tahan demi sopan santun. Gue ngga berharap dia akan beneran kirim penawaran, gue pun berpikir kayaknya gue ngga bakalan pake lousy company kayak Paragon deh. Tapi ternyata dia kirim. Tapi karena gue udah di jalan, jadi gue bilang, “OK makasih, Bu, tapi saya lagi di jalan, nanti kalo udah kembali akan saya cek dan saya konfirmasi ke Ibu. Makasih ya, Bu.” –> sopan kan gue…?

Malemnya gue cek dan gue pikir, oh ini rate-nya yg express sama dengan yg lain, tapi yg regular nih lebih murah nih. Kalo cuma beda seminggu sih rasanya boleh juga… Tadi pagi jadi gue reply aja tuh email, karena gue udah siap-siap mau ke Permata, jadi gue berharap dia pun respons lewat email lagi. Di email itu gue cuma konfirmasi 2 hal : 1. Jadi rate-nya itu udah nett dari Korea ke Jakarta lewat Singapore, 2. Beda express dan regular apa?

Seluruh customer dan Hendy tau kalo gue lagi nulis pake email MyHobbyTown, maka gaya bahasa gue adalah formal untuk menghindari salah kaprah dari pihak sana. Tapi guess what??? Beberapa jam kemudian gue ditelpon sama si Lanny Nenek Lampir ini……………..
Gue : Halo ?
Lanny Nenek Lampir : Shirley…!!!! BACA DONG SURATNYA, NENG…!!!! Jelas-jelas itu ditulis dari Singapore !! Bukan dari Korea !! Itu  harga untuk dari Singapore ke Jakarta. Kalo dari Korea ke Singaporenya itu urusan kamu, bukan urusan saya !!!!!!!!!!!!!
Gue : Oh, OK, Bu, OK. Makasih ya, Bu.. (betapa sopannya gue abis dimaki-maki gue masih bilang makasih)
Lanny Nenek Lampir : Dibaca doonnnnnnnggggggggg…..!!!!!
Gue : Iya, udah dibaca. Makasih ya, Buuuuu…….. tut.. tut.. tut…….

Najiiiiiiiiiiiiiisssssssssssss loooooooo dasar nenek lampir..!! Udah nenek lampir, ngga waras pula..!! Gue juga udah tau kali kalo suratnya itu ambigu, gue juga udah curiga dengan tulisan-tulisan “Paragon Singapore” dan “Paragon Jakarta” itu. Makanya gue tanyaaaa.. Masa gue tanya langsung dimaki-maki gitu. Super sopan deh nelpon udah kagak pake halo lagi langsung diomelin aja gue. Emang gue anaknya apa? Beneran deh yah nih perusahaan satu. Udah mahal, servisnya bulukan..!!!!! Kalo dibandingin sama langganan gue yg biasanya tuh bagaikan bumi dan langiiiiiiiiiitttttttttttttttt…. Paragon kagak ada setai-tainya servisnya… Padahal harganya mahal…!!! Gue sempet telpon minta disambungin ke bagian HRD atau manager untuk ngadu soal si Lanny Nenek Lampir ini tapi semua lagi meeting dan gue disuruh telpon jam 1. Tapi sudahlah, gue cuma berharap si Lanny Nenek Lampir suatu hari nanti akan dapet balasan setimpal aja dari Tuhan atas semua attitude tidak menyenangkan tanpa sebab itu.

Dan seperti belom kelar hari ini, gue udah janji mau ngeberesin soal Fastnet yg mendadak ngga jalan kalo dicolok ke router. Yeah actually sih komputernya cuma 2, tapi maksudnya biar hemat listrik gitu, kalo adek gue mau pake kan komputer gue jadi kagak usah nyala. Pemerintah sibuk mendengung-dengungkan hemat listrik tapi perusahaan sepertinya ngga mendukung. Gue berulang kali online-disconnect demi menjalankan sebuah cara yg gue temukan di Google. Tapi kayaknya tipe routernya beda jadi ngga seluruh caranya berhasil. Boro-boro berhasil, login aja gue kagak bisa. Hehehehe.. Dan gue ngebongkar seluruh rumah untuk nyari selembar petunjuk Control Panel untuk router tapi hasilnya nihil. Rasanya pengen marah banget gue hari ini…. Koookkk semuanya ngga ada yg bener siihhh hari iniiii.. Tapi untung gue ngga ilang akal. Untuk urusan komputer, seharusnya Oom Google selalu punya copy-nya. Dan untunglah gue nemu dan akhirnya ada juga yg berhasil hari ini walaupun harus diawali dengan kejengkelan.. Huhuhu…

Hope tomorrow will be better… Amen…

Tanggal 26 September kemaren untuk ke-2 kalinya gue kumpul sama ibu-ibu lagi untuk cross stitch bareng. Pesertanya kali ini : gue, Fanie (host), Cinde, Ika dan Aina. Si Olin kagak ikut karena baby sitternya pulang kampung. Huhuhu.. Gue juga ngga ikut Anyer Season 2 lho demi stitching. Hehehe..

Seperti biasa gue jalan jam 9 soalnya gue tau kalo kesiangan tuh tol pasti macet. Walaupun Lebaran, gue ngga ambil resiko karena ternyata toh Arteri Pondok Indah mau Lebaran atau ngga tetep aja macet. Jadi gue putuskan berangkat seperti biasa. Dan seperti biasa, jam 10 udah sampe TKP. Hehehe.. Seperti biasa juga, gue nyasar dulu tapi untunglah kali ini navigatornya lebih mengenal medan jadi sekali nanya gue bisa kembali ke jalan kebenaran dan langsung bisa menemukan rumahnya walaupun sempet ragu-ragu ini-itu. Hehehe..

Begitu sampe, langsung urus es sarang burung dulu karena kaleng buah belom dibuka. Hehehe… Selesai es sarang burung langsung ngadem di kamar Fanie. Wakakaka.. Sambil ngemil nungguin yg lain. Liat-liat majalah. Lho kok gue sendiri lupa ya di majalah itu ada apa aja, jadi gue sendiri ikut terkagum-kagum dengan isi majalah yg gue bawa sendiri. Hahaha.. Dodol dah… Begitu Ika sampe langsung aja dah kita mulai stitch, udah gatel soalnya. Hahahaha… Ngga lama Aina nongol dengan projectnya yg kuning-kuning ngejreng tapi lucu itu.

Ika started all over again. Hahaha.. Alias ganti kain…!! Karena project lamanya selain udah jadi cukup banyak tapi salah, posisinya juga terlalu kepinggir. Sayang nanti ngga bisa di-frame atau dijadiin apa gitu karena pinggirnya terlalu kecil. Dan kalo dibongkar kainnya keburu bolong-bolong. Kemaren dia udah beli benang masing-masing 1 skein, jadinya yah sudahlah kainnya sekalian ganti aja. Benangnya lebih dari cukup kok :) Dan kondisi ini membuat Ika seringkali digodain. Hihihi.. Tapi ngga papa ya, Ka, we’re really glad to see you make progress :) Kayaknya punya Ika nanti jadi yg paling ditunggu-tunggu, secara umur projectnya udah… 7 tahun.. Huehehehe.. *dibahas lagi*

Fanie masih melanjutkan project Precious Moments-nya. Udah semakin keliatan bentuknya.. The beautiful pastel project.. ^^ Dan sepertinya itu wedding theme ya, Fan. Hehehe.. Cinde mah ngga usah ditanya dah… Si wanita The Flash yg bikin iri semua orang dengan kecepatan kerjanya. Huehehehe… Antara pertemuan sebelomnya dan yg ini, si Cinde udah ngelompatin 2 project..!! Waktu bulan lalu dia bikin A, sekarang ini udah yg D. Gileeeeeeeee… Aina yg baru mulai beberapa minggu lalu udah mulai keliatan bentuknya. I love the yellows in her project ^^ Dan dari hasil ngegosip, ternyata 3 dari 5 peserta, masing2 cowonya juga cross stitch. Hahahaha.. Hayo lo ketauan yaaa.. Hihihihi…

Makan siang akhirnya mie GM. Si Cinde super kecewa karena ngga bisa makan Mie Alok (tutup bangkrut) atau Mie Aloy (tutup Lebaran). Kenyang bangeeettt.. Tapi entah kenapa yak masih muat sama es sarang burung. Hahahaha… Perut karet.. :P Si Cinde sepertinya wanita Sprite. Semua minumannya dicampur Sprite..!! Gilak dah…

Dan seperti bulan lalu, Ika jadi pencetus bubarnya acara stitching. Huehehe.. Kalo bukan karena Ika bisa kagak pulang-pulang dah kita. Hahaha.. Tapi sebelom pulang harus poto-poto dulu dongs…

September Ladies Stitch Day

September Ladies Stitch Day

3 orang yg diundang absen nih : Olin, Santi dan Nini. Bulan depan harus kudu wajib ikutan ya. Hehehe.. Sampe ketemu bulan depan, ibu-ibu ^^

Ladies Stitch Day

Akhirnya kesampean juga angan-angan gue untuk ngumpul dengan sekelompok cross stitcher dan stitch bersama kayak club-club cross stitch di luar negeri gituh. Huehehehe… Tgl 29 Agustus 2009 kemaren di rumah Olin di apartemen Mediteranian Palace digelarlah acara Ladies Stitch Day bersama ibu-ibu : Cinde, Ika, Olin dan Fani.

Acara dijadwalkan mulai jam 11. Karena gue pernah mengalami nasib buruk di tol dalam kota menuju Tanjung Priok dimana tol macet total tidak bergerak, maka berangkatlah gue pagi-pagi. Ditargetkan berangkat jam 9 tapi Cinde telat sampe rumah gue jadi sekitar jam 1/2 10 baru berangkat. Dan untunglah jalanan tol lancar, jadi gue kagak pegel karena kejebak macet. Huehehe..

Begitu deket PRJ, si Cinde telpon Olin karena emang kagak tau apartemennya di sebelah mana. Dan ibu Olin dengan pintarnya membuat kami berputar-putar sampai harus menerobos marka jalan, melanggar rambu-rambu dan melawan arus demi menghindari terjebak naik ke flyover. Gue sampe diklaksonin sejuta mobil dan motor yg ada di belakang. Maap ya Bapak-bapak dan Ibu-ibu. Untung ngga ada pak pulisi, kalo ngga, bisa-bisa duit lima puluh ribu rupiah melayang sudah dan gue akan nagih ke Olin. Huehehehe… Lumayan jantungan gue karena seumur idup gue baru 2x melanggar peraturan lalu-lintas. 1x pas gue ditilang itu dan 1x kemaren ini. Untung aje kagak kenape-nape.

Back to the event, sambil nungguin Fani dan Ika dateng, gue sama Cinde sibuk ‘menjamah’ anaknya Olin, si Jocelyn kecil yang montok dan suka ngoceh sendiri. Sementara mommy-nya yg bau asem itu mandi dulu. Hehehehe… Ngga lama kemudian Fani nongol dengan Soes House dan Ika nongol dengan karyanya yg udah berusia 7 tahun tapi belom selesai juga. Hehehe..

Setelah seluruh pasukan lengkap, mulailah kami mengeluarkan peralatan perang masing-masing. Ngga lupa foto-foto.. Hehehe.. Cinde ngajarin Olin yg baru pertama kali ini cross stitch, Fani sibuk melototin majalah-majalah yang gue bawa dan Ika terpaksa harus pasrah ngebongkar karyanya yang ternyata salah.. total.. Huehehehe.. Kasian Ika, padahal malem sebelomnya gue udah inget untuk bawain dia kain karena gue udah punya feeling salahnya nih pasti di sini nih. Maap ya, Ka…

Jam 12, Jeung Fani kelaperan maka kami pun makan lah. Menu makan siang : ayam kremes Bu Tjondro yg gue pesen jauh-jauh dari Pondok Cabe. Hehehe.. Minumnya Fanta Blueberry dan Lemon Lime. Dua2nya aneh ah. Gue request Fanta ungu booo.. Huehehehe…

Sore-sorean Taufik nongol. Mula-mula sok gengsi cuma nongol di pintu doang, tapi lama-lama masuk juga. Huehehehe… Malah ngajakin ke Mal Kelapa Gading. Tapi karena ibu-ibu sepertinya udah stuck dengan kerjaan masing-masing akhirnya cuma ngobrol-ngobrol aja. Lagian entah kenapa gue juga males bergerak. Hehehe.. Acara yg tadinya ditargetkan sampe jam 3, akhirnya molor sampe jam 1/2 5 baru bubar. Hehehehe…

Gue takut macet di tol, ternyata malah macet di sekitar Pasar Jumat. Gila… 1 jam cuma maju berapa meter doang. Lebak Bulus oh Lebak Bulus……..

Next meeting : Fani’s residence….. Asik…. Si Cinde pasti udah ganti project dah. Gue kayaknya masih stuck sama The Wedding. Apa gue ganti aja ya bawanya : Panji Semirang atau Nature itu. Huehehehehe.. Tau dah liat aja nanti.

Ryo & His Magic

2 hari ini gue stuck di ITC Permata Hijau karena karyawan gue si Susi pulang kampung sehubungan dengan meninggalnya neneknya. Bener-bener lonely banget deh. Walo gue udah bawa MP3 player, speaker,  kerjaan (paperwork dan cross stitch), tapi gimanapun tetep aja rasanya lonely banget ngga bisa berinteraksi dengan temen. Apalagi waktu hari Kamis. Orang yg dateng ke situ cuma 2 orang, yg 1 anak2 cari komik, yg 1 lagi karyawan McD yg ngotot kalo spiral merah di belakang jaket Naruto warnanya seharusnya biru, bukan merah ! Katanya dia liat di MTV dipake VJ Surya, spiralnya itu biru. Pokoknya biru ! Elah… Au ah gelap.

Di hari ke-2 ini sebenernya bikin jengkel. Pagi-pagi pas berangkat gue udah nyeret diri gitu kan, males bener sendirian. Berangkat 1/2 jam lebih siang, ternyata jalanan maceeett bangeeetttt booo… Alhasil gue telat. Baru selesai beresin toko dan duduk, ibu-ibu yg dari kemarin telpon mau washi telpon ngoceh-ngoceh katanya dia nungguin 1 jam tokonya ngga buka-buka. Dateng kepagian kali dah, jam 1/2 12 gue udah sampe kok. Abis itu sekitar jam 2-an, 3 cewe ABG dateng ngacak-ngacak toko, mainly poster. Gue dioceh-ocehin dan direngek-rengekin karena ngga ada poster Rukawa sendiri, Killua sendiri, dan Alice Academy. Kalo ada gue udah keluarin kali, dari tadi juga gue udah keluar-keluarin yg dia tanya dan emang ada. Dan ngga cukup sekali, tapi 3-4 kali ngoceh hal yg sama :( Nanya juga asal nanya aja, ngga dengerin jawabannya. Alhasil gue harus berkali-kali jawab pertanyaan yg sama. Akhirnya gue pasang ekspresi dan nada suara datar aja dah. Ribut banget euy…

Setelah chaos itu berakhir, kembalilah gue ke keadaan lonely yg hanya ditemani cross stitch dan MP3 Player yg lagunya udah diputer mulai itu-itu lagi ^^ Tiba-tiba jam 4-an si Ryo SMS nanya gue ada di Permata ngga? Wah.. Kebetulan sekaliii.. Akhirnya gue suruh dia buruan dateng dah walo gue tau ujungnya asuransi. Hehehehe.. Padahal baru hari Minggu lalu gue bilang ke Mashi serem ah kalo ketemu Ryo ntar dia presentasi. Hehehehe.. Tapi karena sepi bener, jadi apa boleh buat, asal ada topik aja :P

Akhirnya sih ya ada juga presentasi asuransi. Wakakaka.. Gara-gara gue nanya juga. Just curious.. Tapi ngga minat masuk.. :D Wakakaka.. Soalnya udah punya 2, emak gue bisa nyanyi sepanjang tahun. Kemaren aja gue baru diomelin tante gue.

Tapi abis itu Ryo malah ngegelar atraksi sulap. Mulai dari yg cheesy kayak ngilangin koin dan kartu, gigit sendok lalu bagian sendok yg digigit ilang entah kemana, nebak kartu yg gue ambil, nerbangin koin, dan mulailah yg aneh-aneh…

Ada 3 atraksi yg bikin gue penasaran…

Pertama, gue disuruh ngambil 2 kartu yg harus gue liat dulu lalu gue pegang sendiri, tapi si Ryo ngga tau gue ngambil kartu apaan. Trus abis itu Ryo ngocok terus kartunya. Dikocok, kocok, kocok, sampe gue bilang stop. Trus kartunya ditebar sama dia. And believe it or not, gue liat kartu yg seharusnya ada di gue ternyata ada di tangannya ! Saking kagetnya tuh kartu langsung gue tepok gitu. Akhirnya semua kartu yg di tangan Ryo jatoh berserakan di lantai. Wakakaka.. Norak bener yak gue. Abis kaget sih gue.

Kedua, kami main pake 8 kartu aja. 4 kartu King dan 4 kartu As. Gue disuruh pilih mana yg gue suka, gue pilih King. Trus ke-4 kartu King gue pegang dalam posisi rapi siap kocok (tapi ngga dikocok). Trus Ryo ngocok kartunya, trus dia tuker 1 kartu King gue yg paling bawah dengan 1 kartu As dia. Kartu King gue dimasukin ke dalam kartunya dia dan kartu As-nya ditaro di atas tumpukan kartu gue dengan posisi terbuka ke atas. Trus dia kocok lagi kartunya sampe gue bilang stop. Abis itu dia menjetikkan jari dan gue disuruh liat kartu yg gue pegang. And believe it or not, seluruh kartu yg gue pegang berubah jadi As. Padahal si Ryo kagak nyentuh kartu gue sama sekali setelah dia tuker. Gue ngga percaya kan, gue tuduh dia “Ah lo pasti ngambil kartu gue 3 biji deh tadi, bukan 1″. Si Ryo menjawab komentar gue dengan mengulang sulap yg sama tapi dengan posisi kartu gue pegang dalam kondisi ditebar kayak kipas. Jadi gue megang kartunya kali ini dengan posisi tangan kayak megang nampan/bendera. Dan hasilnya tetep sama. Seluruh kartu gue berubah cuy..! Padahal dia cuma nuker 1 dan yg dituker itu kebuka. Weleh weleh…

Dan yg terakhir dan paling bikin gue melongo adalah “the magical card”. Ini maennya harus bertiga dan si Ryo pilih 2 orang “korban”nya haruslah couple. Kebetulan si Hendy udah sampe waktu itu. Jadi Ryo ngocok kartu dan kami harus bilang stop dan ngambil kartu yg keluar lalu tanda tanganin kartu itu. Karena orangnya 2, jadi dilakukan 2x. Setelah itu, 2 kartu tadi dipisahin dari kumpulan kartu lainnya. Ke-2nya diposisikan saling berpunggungan dengan batik biru di bagian dalam. Lalu ke-2 kartu itu ditaro di atas tangan Hendy dan ditutupin dengan tangan gue. Lalu si Ryo mencet tangan kami berdua beberapa saat (kayak mejretin kue dari atas-bawah gitu) dan setelah dilepas mulailah dia ngoceh macem-macem sok romantis. Hahahaha… Kayak “ingat-ingatlah kapan pertama kali ketemu”, “kapan jadian”, bla bla bla yg bikin gue kagak sabaran trus ngoceh-ngoceh, “udah buruan to the point”. Hehehehe… Akhirnya kalimatnya diakhiri dengan “nah, sekarang kalian sudah 2 menjadi 1″ dan dia menjetikkan jarinya.. Ctakkk..!! “Silakan diliat kartunya”. Dan kartu yg tadinya 2 lembar kepisah (bahkan disatuinnya aja kagak pas bener) menjadi beneran 1 lembar kartu bolak-balik…!! Bahkan setelah dibandingin pun ketebalannya kayak 1 kartu, bukan kayak 2 kartu dilem. Gimana juga ngelemnya coba? Orang kartunya gue yg pegang. Kapan si Ryo ngelem? Wakakaka… Dan tuh kartu jadi permanen bolak-balik..! Euleuh euleuh….. Bingung pisan deh… I can’t believe this can really happen ^^;

Fruits Basket 21

Kemaren gue beli Fruits Basket 21 dan ngga tahan sambil stitch sambil baca. Wakakakaka… Can you imagine how? Hehehehe… :P
Gue suka banget sama jilid ini. Well, di jilid ini sih lebih fokus ke percintaannya Kyo sama Yuki sih. Tapi bagi gue ada makna mendalam banget di perkembangan karakternya Yuki. Di jilid ini Yuki keliatan banget matangnya… Sebagai seorang pria, bukan ABG cowo. Ciyeeeeeeee…  Huwahahaha.. Bahasa gue najis banget dah.

Actually gue ngga ngerti kenapa mostly demen banget sama Kyo. Ya well OK, secara gambar si Kyo itu emang lebih keliatan keren karena si Yuki digambarin kayak cewe gitu. Warna yg dikasih ke Kyo juga tentunya lebih cheerful dengan orange terang dibanding Yuki yg cuma abu-abu. Tapi secara karakter, Yuki itu jauhhhh lebih keren daripada Kyo.. Apa itu soal selera ya?

Kyo itu karakter cowo yg temperamental, pemalu, cuek. Dia terperangkap sama masa lalunya. Bahkan Momiji aja lebih dewasa daripada dia, walo si Momiji itu kerjaannya lari-larian melulu sambil bawa-bawa boneka kelinci. Hehehe.. Sampe jilid ini, rasanya gue ngga ngeliat perkembangan besar dari karakter Kyo. Dia cuma lebih jinak aja. Tapi dari dulu sampe sekarang kayaknya pemikirannya ngga berubah, tetep begitu-begitu aja.

Sedangkan Yuki itu karakter cowo yg tegar, lembut dan baik hati. Gue paling suka moment-moment Yuki bengong trus kaget karena dipanggil orang. Huehehehe.. Di jilid ini khususnya waktu Yuki bengong trus dipanggil Haru. Wakakaka.. Lucu.. Menurut gue si Natsumi Takaya itu justru sangat mengembangkan karakter Yuki. Yuki yg begitu itu ternyata pemikirannya sangat-sangat dewasa.. ^^ Dan kedewasaan itu terus berkembang dari jilid ke jilid. Hmmm.. Tapi dari awal sih emang udah keliatan kalo si Yuki ini lebih pinter daripada Kyo ^^ Ibaratnya si Yuki itu bangsawan, si Kyo orang kampung. Begitu perbedaan sikap dan pemikiran 2 orang itu. Huehehehe…

Tapi yg bikin gue bilang si Yuki kereennn banget di jilid ini justru waktu dia ngehajar Kyo habis-habisan. Wakakakakaka.. Gilaaaaaaaaaa… Kereeennn banget cuy.. Baru kali ini gue liat Yuki semarah itu, tentunya for good reasons. Tapi kasian sih si Shigure, lantai 2 rumahnya ancur sampe kayu-kayunya pada bunyi “prul.. prul..” karena rontok. Wakakaka.. :P Ayo Yukiiii…!! Hajar aja si Kyo sampe babak belur… Cowo tolol ituh… Haaahh… Hehehehe…

Si Natsuki Takaya juga makin bagus gambarnya !! Di jilid ini ada cuplikan-cuplikan gambarnya waktu jilid-jilid awal, buset jelek bener dulu si Kyo digambarinnya dibanding sekarang. Wakakakaka… Dan gue semakin suka ngeliat gambar Shigure. Kayaknya kok keren banget gitu ya… Hihihihi… Gue paling suka di moment-moment Shigure main-main. Lucu banget. Hahaha.. Eh tapi waktu dia khawatir sama Akito juga keren. Gimana ya jelasinnya, bingung gitu gue. Hahaha.. Tapi gue suka ekspresinya.. Sedangkan Hatori yg secara karakter gue bilang lebih keren dibanding Shigure, malah jadi lebih jelek kayaknya ^^; Kenapa ya……. Ngga suka aja gitu gue ngeliatnya.

Semakin banyak temen yg cross stitch, gue semakin semangat. Apalagi temen IndoCrossStitcher gue si Dyah itu, paling bisa deh ngomporin se-milis. Hahaha.. Akhir-akhir ini dia juga ngeracunin gue dengan invite ini-itu di Facebook. Dan kebetulan pada akhirnya gue bisa juga jualan majalah, jadilah majalah sebagai racun terbesar gue akhir-akhir ini. Karena untuk mengisi keterangan di website gue perlu untuk membuka 1 majalah dan “sayang sekali” (padahal bersyukur tuh hehehe) plastiknya termasuk yg 1x buka langsung rusak alias di-seal, jadinya gue pasti dapet 1 majalah setiap judulnya setiap issue-nya. Dan isinya tuh bagus-baguuuussssssss.. Bikin ngileerrrr….

The Wedding

The Wedding

Well, saat ini sih gue lagi ngerjain piece ke-2 The Wedding :D Soalnya ini adalah design wedding yg paling spektakuler dan paling gue suka. Setidaknya sampe akhirnya gue menemukan design Joan Elliott di majalah Cross Stitch Collection issue 171 yg sudah terlambat untuk dijadikan proyek wedding. Hehehehe…. :D Oh well, ngga papa deh, kayaknya The Wedding masih lebih gede sih. Kan pengennya bisa buat dipajang barengan sama foto pre-wedding ato gimana gitu. Buat gue sih. Hahaha.. Karena bikinnya lama jadi emang kudu jauh-jauh hari. Semakin jauh semakin baik untuk mengantisipasi penyakit malas yg suka menyerang. Hehehe…

Dan setelah The Wedding ini gue masih punya daftar panjang kerjaan yg mau dikerjain :
1. Panji Semirang by CrossStitch Point (sebenernya udah 3/4 jadi tapi karena benang kurang dan quarter stitch yg ajubile banyaknya di bagian bunga-bunga rambut penari cewe, gue jadi malas, tapi harus selesai ah hehehe)
2. Nature Gives To Every Season Some Beauty Of Its Own by Dimensions
3. Country Companion : Christmas Carol by DMC
4. Royal Holiday by Mirabilia
5. Summer Fairy by Joan Elliott
6. Celestial Dragon by Teresa Wentzler
7. Romeo & Juliet by Teresa Wentzler
8. Dignity The Peacock by PINN
9. Madonna Of The Garden by Mirabilia
10. World Peace Angel by Lavender & Lace
11. Spring Queen by Mirabilia
12. Sleeping Beauty by Mirabilia
13. Fairy Idyll by Mirabilia
14. The Dreamer by Mirabilia
15. The Kiss by Mirabilia
16. Strawberry Fairy by DMC
17. Shirley Poppy Fairy by DMC
18. And thousands charts from magazines ^^

Aduh list gue panjang bener ya. Trus udah gitu gede-gede lagi gambarnya. Wakakakakakaka.. Apakah semuanya bisa terealisasi? :D Amiiinnn…

Kita ngegosip yuk..! Sekali-kali ngegosipin artis di blog boleh juga kan.. :P
Kalo dirunut, kisah Manohara ini awalnya tragis. Bermula dari seorang Ibu bernama Deasy Fajarina yg nangis-nangis nongol di infotainment katanya anaknya disiksa sama Pangeran Kelantan dan ngga boleh pulang. Setelah beberapa waktu berlalu, malah muncul orang-orang yg kemudian merasa kesal dan mulai ngomel-ngomel, mengundurkan diri dalam bantuannya untuk membebaskan Manohara, katanya sih karena Ibu Deasy ini lebih suka “bersafari” infotainment dibanding mengumpulkan bukti ataupun menyisihkan waktunya untuk ketemu para pakar hukum yg ingin membantu. Bahkan aktivis perempuan yg paling berani : Ratna Sarumpaet aja sampe ngata-ngatain ini-itu. Ngga suka, si Ibu Deasy lalu ngegandeng Farhat Abbas apa namanya yg dalam sejarahnya kayaknya spesialis pembela artis yg bersalah. Hehehe… To tell you the truth, gue lebih percaya omongannya Ratna Sarumpaet daripada Ibu Deasy Fajarina.

Tiba-tiba Manohara berhasil kabur..!! Seluruh Indonesia langsung heboh. Eehhhh bukannya langsung visum, malah sibuk “bersafari” infotainment. Beneran dah, sehari setelah dia berhasil kabur, tuh si Manohara langsung nongol di infotainment, pagi, siang, malem… Buseettt.. Gue pikir, well OK, mungkin hari pertama dia masih pengen muncratin semua yg ada di kepalanya. Ditungguin, 2 hari, 3 hari, 1 minggu, lah ilah nih orang udah disindir juga tetep aja kagak ke rumah sakit ^^; Dengan kelakuan yg kayak begitu, semakin ngga percaya lah gue sama dia. Apa sih maksudnya? Emang dengan dia nyerocos hal yg sama dari infotaiment ke infotainment trus bisa bantu dia untuk mengusut tuntas kasus ini? Padahal dari omongannya kayaknya mau nuntut, nuntut, nuntut.

Beberapa waktu berlalu dan setelah sempet ketutup kasus meninggalnya Jacko dan bom Mega Kuningan, nongol lagi dia.. Dengan mega sinetronnya yg berjudul “Manohara”, dan yg lebih heboh mereka dituntut ratusan milyar dan muncul gosip baru seputar Ibu Deasy Fajarina yg katanya menganiaya pembantunya waktu di Perancis dan si pembantu ini ikutan nuntut. Hahaha.. Gue tambah kagak percaya aja ama tuh 2 makhluk. Silakan aja deh ngomong apaan aja di infotainment. You guys are too stupid to play a game with public.

Well OK, mungkin ceritanya Manohara bener, tapi sepertinya banyak hal yg didramatisir dan instead of healing mental, si Manohara kayaknya menikmati perhatian media dan aji mumpung. Jadi gue ngga seyakin itu kalo Manohara disiksa. Lumayan lama juga lho waktu penyiksaannya. Jadi seharusnya sih dia agak-agak trauma, tapi kayaknya dia happy-happy aja. Haknya dia sih mau aji mumpung, tapi wajahnya ngga menyiratkan luka sama sekali.. ^^;

Peace, Please…

Pagi ini gue dikagetin message Arthur di YM. Katanya J.W Mariott dan Ritz Carlton dibom..!! Nyokap gue langsung nyetel TV dan ternyata bener. OMG banget deh… For the certain times, there are bombs again.

Rasanya sedih banget liat banyak orang yg luka-luka, apalagi yg diberitain meninggal. Rasanya geram banget sama orang yg bisa-bisanya mikir bahwa ngilangin nyawa orang adalah suatu pahala atau ibadah. Diliat dari sisi manapun, yg namanya ngilangin nyawa itu adalah dosa. Jadi mana mungkin sih peristiwa pengeboman ini bisa bikin orang yg rela badannya ancur demi bomnya meledak langsung masuk surga. Secara logis maupun mistis mah salaaahhhh kaleeeee… Orang-orang yg kayak begitu tuh pikirannya dimana sih ya? Dan asalnya dari mana kok bisa sampe ada jaringannya begitu?

Udah jatuh ketimpa tangga. Di kala musibah dateng, ada yg mau nolong, eh orang yg diharapkan bisa ikutan bantu menolong karena lebih mampu, malah nolak. Seperti kesaksian Bapak Alex di wawancara TVOne apa kalo ngga salah, polisi nolak permintaan dia untuk ngangkut seorang korban yg luka parah untuk langsung dibawa ke MMC. Alesannya karena takut mobilnya berlumuran darah. OMG…!! Dalam keadaan darurat masih sempet-sempetnya mikir begitu. Udah mana polisi itu job desknya adalah melayani masyarakat pula. Gimana sih…??

Gara-gara bom itu juga, MU jadi batal dateng. Gue emang udah bukan fans berat MU sih, tapi gimanapun suasana dimana orang-orang begitu bergairah dengan tiket untuk nonton MU bikin gue keseret jadi seneng juga. Walo gue ngga nonton, gue tetep seneng ngebayangin orang-orang jejingkrakan kegirangan karena bisa nonton club sepak bola kesayangannya.  Dan gara-gara bom suasana berubah drastis jadi penuh amarah dan kesedihan.. Aarrgghhh..!! Merusak suasana aja..

Gue emang ngga bisa berbuat apa-apa. Gue emang cuma bisa ngomong doang. Dan gue cuma bisa doain supaya para korban meninggal diterima di sisiNya, para korban luka-luka cepet sembuh dan bisa nerusin hidupnya dengan baik, dan untuk para keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Dan untuk para pelaku, Tuhan, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yg mereka perbuat. Amiinnn…

Older Posts »