1 Litre of Tears (Japanese : Ichi Rittoru no Namida)
April 30, 2006 by cherleechan
Dorama ini bercerita tentang seorang gadis bernama Ikeuchi Aya. Dia mengidap penyakit yang disebut spinocerebellar degeneration pada usia 15 tahun. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang saraf motorik penderita sehingga penderita mengalami gangguan pada keseimbangan, pendengaran dan pergerakan. Mula-mula penderita akan sering jatuh ketika berjalan, diikuti dengan ketidakmampuan untuk berjalan dengan baik, ketidakmampuan untuk menggenggam benda-benda dengan baik, penurunan kemampuan untuk memperkirakan jarak dengan tepat dan gangguan pendengaran. Pada tingkat yang serius, penderita akan mengalami ketidakmampuan untuk berjalan, kesulitan berbicara, kesulitan untuk menelan benda-benda padat dan pada akhirnya akan tertidur panjang. Hal ini disebabkan penyakit ini belum ada obatnya sampai sekarang.
Aya yang mengidap penyakit ini pada usia yang sangat muda pada awalnya menolak menerima kenyataan ini. Tapi dengan susah payah ia bangkit dari keterpurukannya dan menjalani hari-harinya dengan berani sampai meninggal pada usianya yang ke-25 tahun. Hal itu dikarenakan besarnya dukungan dari keluarga, teman-teman, tim medis dan pacarnya, serta keberanian Aya untuk terus melanjutkan hidupnya. Diary-nya yang diterbitkan dengan judul 1 Litre of Tears merupakan perjuangannya untuk membuktikan bahwa dia memang pernah hadir di dunia dan mempunyai makna bagi dunia ini walaupun singkat sekali.
Dorama yang berdasarkan kisah nyata seorang gadis bernama Kito Aya ini sangat menguras air mata, seiring dengan banyaknya air mata yang dikeluarkan Aya dalam menjalani hari-harinya dengan berani dan tabah.
Dorama ini didukung oleh Sawajiri Erika (Ikeuchi Aya), Nishikido Ryou (Asou Haruto), Narumi Riko (Ikeuchi Ako), Yakushimaru Hiroko (Ikeuchi Shioka), Jinnai Takanori (Ikeuchi Mizuo) dan Fujiki Naohito (Mizuno Hiroshi) yang sangat baik memerankan peranannya masing-masing.
Pesan Aya yang paling membangkitkan semangat sehingga diary-nya diterbitkan adalah bahwa "hanya dengan berada di dunia dan hidup saja sudah merupakan hal yang menyenangkan dan indah".