When Reality Shocks You…
January 9, 2007 by cherleechan
Jumat malam lalu gue dikejutkan dengan tugas mendadak yang menyadarkan gue bahwa inilah dunia programmer. There’s nowhere in this world would consider programmer to have better job.
Segala pertanyaan melintas di kepala gue. Kenapa sih gue harus selalu mendapatkan pekerjaan seperti ini? Gue benci banget sama model kerjaan yang kayak gitu. Dipecut untuk secepatnya menyelesaikan software. Ngga peduli apakah gue punya dunia di luar komputer atau ngga. Gue diminta menyiapkan diri untuk tugas lembur 8 AM - 9 PM work for at least 2 weeks without any overtime money.
Considering about that, this might be the last time I would consider a job as programmer in a company. Why..? Karena effort dan hasilnya ngga seimbang. Sabtu-Minggu lalu gue mempertimbangkan banyak hal. Meminta saran sejumlah sahabat dekat, menimbang antara keinginan - kemampuan - kebutuhan - kesehatan psikis.. Dan inilah keputusan gue : resign.
Gue ngga pernah menyangka pertanyaan "Bersediakah lembur sampai jam 9 malam?" itu ternyata ditujukan untuk pulang jam 9 malam selama 2 minggu berturut-turut or as needed. Gue pikir, paling 1-2 hari kalo lagi mepet deadline. Tapi ternyata tidak.. >.< Gue salah memperhitungkan itu. Dan gue pikir lagi, kalo di Singapore gajinya bisa ditabung minimal sejumlah Rp 3.000.000,-, di sini gue ngga punya sisa. Kalo di luar negeri tuntutan gede tapi gaji memadai, gue merasa itu worthed to be fought. Tapi kalo di sini tuntutan gede, apa yang bisa diperoleh? Lagipula, gue sebenernya benci pekerjaan programming. Kalopun gue mau ngerjain, gue lebih memilih ngerjain project lepas aja.
Jadi terhitung kemarin, gue cabut secepatnya dari MIK without even worrying about my salary. It wasn’t the job I want.
Waktu mau ngomongin soal itu gue rada takut juga sih soalnya gue tau gimana PM gue. Dan kekhawatiran gue itu terbukti, begitu turun dari kantor HRD, semua mata memandang gue dengan aneh. Gue udah merasa ngga enak banget tuh, dan syukurlah Nia ngajak gue pulang. Secepat kilat gue beresin laptop dan barang-barang gue. Dan waktu sampe bawah itulah gue berhasil ngorek informasi dari Nia dan membuat kesimpulan apa yang membuat orang-orang memandang gue dengan aneh.
Dan waktu perjalanan pulang itu gue mensyukuri keputusan gue. Nia bilang, pernah suatu hari untuk proyek Bank Mandiri, dia & team kerjanya persis dengan yang sudah disiapkan untuk gue. Seluruh team dikumpulkan di ruang meeting dan bekerja dari pagi sampai malam di sana. Lembur.. Lembur.. Gila banget katanya. Well, gue ngga berniat punya karir di bidang IT, so what gitu loh? I don’t want to do that.
Now I’m as free as a bird, back to my old life. And I’m happy now ^^ Slowly, I will make something for my better life.
huhuhu g terharu baca blog u che :D! sebenernya g pun punya pemikiran yg sama persis dgn u dlm hal kerja sbg programmer! cuman bedanya…u ngalamin lgs, klo g dari tanya2 sana sini ke org2 yg pengalaman jd programmer sebelum g mau kerja. dan g dpt kesimpulan kayak gini : jadilah programmer hanya, dan hanya jika u bner2 tertarik sama yg namanya programming! andaikata u bner2 tertarik pun, jgn lepas kesempatan untuk kerja sbg programmer di LUAR NEGERI!!! setidaknya, seperti yg CHe katakan td, klo disana better salary, better life! klo disini mah ada jg kebanyakan perusahan demennya ngures tenaga u abis2an, berharap u loyal pd perusahaan, sementara mereka menggaji u syukur2 klo bisa buat hidup 1 bln… terkadang malah kerja tp tekor! siapa yg mau cobaaa?? andaikata kepepet pun g akan cari kerjaan lain d walopun ga sesuai sama bidang kuliah g. G yakin asalkan mau belajar, ga ada yg mustahil koQ! so…g dah coret job programmer dari list job hunting g
sher..akhirnya loe mutusin buat resign yah?? mm..kalo itu yg loe pengen yg penting skrg loe ud bebas dr tugas projek loe itu & dr PM loe hehe…sabar aja deh emang kalo kerjaannya jadi programmer itu emang ga enakin..gw aja ogah banget lagian kan gw emang ga tertarik sama dunia program. sipp…..loe berjuang aja dah cari kerjaan yg cocok buat loe oke…GBU
no comment d
gile aktif bgt blog lo sher
Hm, but dat is the rite decision, i think… Oom gue, Bill Cosby pernah bilang: “Saya tidak tahu apa itu kunci keberhasilan, tapi kunci kegagalan adalah berusaha menyenangkan semua orang”… So if you think about a decision to make, the first come should be YOURSELF… Karena nantinya lo sendiri yang akan jalanin…
Peace out…
Oh iya one more thing, Le… Si buche pernah project ke Spore… Di sana memang gajinya IT gede2 but you know what…? Buche bilang banyak orang2 yang sepulang kerja di trailer mereka cuma nunduk lesu, atawa membentur-benturkan kepalanya ke dinding trailer…
Hm, kayanya di sini better d… Nggak perduli gaji segede bagong, waktu hal yang paling penting buat kita - diri kita sendiri - diperas untuk itu, wah mikir2 dulu de…
iya gw denger jg gt sih klo dr buche, tp temen gw yg di s’pore kakaknya kerja di microsoft seneng2 aja tu ktnya.. ya gmn pun gw udah ga mau kerja IT lagi kyknya sih, selain project2 lepas yg duitnya masuk gw semua hehehe
lagian klo project lepas kan gw bs milih mau terima atau nolak.. lucu ya, kebanyakan org liat gw klo “otak kiri” yg jalan, nyatanya gw lbh suka “otak kanan” gw alias dunia seni.. lepas dr dunia pendidikan, gw kembali mencari wkt gw yg hilang utk dunia seni yg ternyata jauh lebih gw cintai ^o^