Amadeus
May 24, 2007 by cherleechan
Bagi pencinta Wolfgang Amadeus Mozart alias Wolfy, film ini mungkin bisa jadi salah 1 cara untuk lebih mendekatkan diri pada komposer kesayangan dunia ini ^^
Film ini disajikan secara flashback, dimana adegan dibuka dengan percobaan bunuh diri dari Antonio Salliero. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit jiwa untuk dirawat dan suatu hari dia mendapat kunjungan seorang pastor muda yang menawarkan pertobatan padanya (karena isunya dia yang membunuh Mozart). Dari mulut Antonio Salliero-lah perjalanan musik Mozart diceritakan.
Mozart si jenius sudah memulai karir musiknya pada usia sangat belia. Pada usia kanak-kanak, dia sudah mempertunjukkan kebolehannya bermain piano dan biola di depan keluarga istana. Di samping bakatnya yang tinggi, semua itu juga berkat didikan sang ayah. Salliero yang sudah beranjak ABG saat itu sangat iri dengan ‘keberuntungan’ Mozart. Dia juga ingin menjadi musikus tapi tidak diijinkan oleh ayahnya karena ada industri yang harus dia urus demi kelangsungan hidup keluarga. Hidup Salliero berubah saat ayahnya meninggal dunia karena tersedak saat sedang makan. Salliero muda langsung belajar musik dan pindah ke Wina. Di sana ia meniti karir hingga bisa menjadi komposer istana.
Suatu hari ia melihat pria muda mesum yang berlarian mengejar-ngejar seorang wanita di dalam istana saat ada pesta. Tapi alangkah berbedanya pria tersebut ketika sedang memimpin sebuah orkestra kecil. Musiknya indah sekali…! Dialah Wolfgang Amadeus Mozart muda. Salliero pun langsung merasakan ancaman darinya. Berbagai perbuatan munafik pun dilancarkan Salliero untuk membuat posisinya tetap aman dan Mozart tidak dapat mengembangkan sayapnya.
Mozart muda yang idealis tidak mau mengikuti permintaan pasar. Dia hanya mau menggelar karya sesuai dengan keinginannya, bahkan sampai menentang istana, walau pada akhirnya istana pun tetap menyukainya hasilnya. Sampai pada suatu titik dimana keuangan menghimpit (karena Mozart suka pesta dan minum), akhirnya ia mau juga membuat karya yang disukai pasar. Pada periode inilah Mozart kelelahan dan sakit-sakitan, ditambah lagi istrinya pergi meninggalkan dia. Requiem (The Mass For The Dead) adalah karyanya yang terakhir, yang selesai sesaat sebelum ia meninggal. Requiem ternyata adalah karya pesanan Salliero yang rencananya akan digunakan untuk pesta kematian Mozart. Tapi karya tersebut disimpan dalam lemari yang dikunci oleh istri Mozart yang kembali sesaat sebelum Mozart meninggal dunia. Apakah Requiem kemudian jadi dipentaskan oleh Salliero atau tidak, tidak diceritakan lebih lanjut.
Seneng banget gue nontonnya soalnya banyak karya Mozart ^^ Kan gue pencinta Mozart. Hehehe.. Lagu-lagunya ceriaaa banget
Walau sempet ada karya-karya gelapnya juga sih. Secara pribadi sih gue kurang suka sama tawanya yang aneh itu. Tapi yah who cares lah. It’s about his music that I like
"Too many notes" yang dilontarkan sebagai kritik oleh para musikus istana ternyata menjadi ciri khasnya yang utama..