Enchanted Piano Performance by Steinway & Sons
August 12, 2008 by cherleechan
Pada tanggal 9 Agustus 2008 lalu, House Of Piano menggelar sebuah konser mini di Grand Indonesia, Jakarta dalam rangka pameran berbagai alat musik, salah satunya adalah piano bermerk Steinway & Sons. Steinway & Sons disebut-sebut sebagai piano bermerk terbaik di dunia dan menjadi standar internasional bagi pembuatan piano merk lainnya. Berdasarkan cerita dari mereka yg pernah "menyentuh" piano Steinway & Sons, kabar tersebut bukanlah isapan jempol. Dilihat dari harganya yg "kurang membumi" jika dibandingkan dengan merk Yamaha, Kawai, Petrof, Samick, dsb, tidaklah mengherankan jika Steinway & Sons memiliki skala kualitas yg tinggi. Sudah sepantasnya, karena harga piano upright merk Steinway & Sons sudah seharga rumah mungil ^^ Baby grand-nya seharga rumah cukup nyaman di Kompleks Bona Indah. Apalagi grand-nya, mungkin bisa dapet rumah nyaman di Cipete atau Tebet ^^
Kembali ke soal konser mini, para pianis yg bermain adalah para finalis dari Ananda Sukarlan Awards yg digelar belum lama ini di Erasmus Huis. Total ada 5 orang pianis yg bermain, yaitu 1 orang pemenang pertama, 2 orang pemenang ke-3, 1 orang Honorary Mention & 1 orang finalis termuda.
Tidak ada yg istimewa dalam konser mini ini. Mungkin karena pianisnya masih bocah-bocah. Tapi sang pemenang pertama cukup baik mainnya. Teknik cukup matang, lagu milik Schumann dibawakan dengan mengalir. Salah seorang pianis, entah memang lagunya seperti itu atau memang benar-benar, sepertinya melakukan beberapa kesalahan. Karena sepertinya harmonisasinya melenceng di beberapa titik. Sayang sekali padahal pianis itu memainkan karya yg cukup bagus, yaitu sebuah lagu romantik ciptaan bocah Indonesia yg juga hadir di sana dan sebuah lagu berjudul "Jangan Lupa" ciptaan seorang komponis Australia yg menghadiahkan lagu tersebut untuk Ananda Sukarlan. Sang "maestro" sendiri pada akhirnya memainkan sebuah karya yg digubahnya sendiri, yaitu Rhapsodian Nusantara No. 1. Tapi entah kenapa, baik gue maupun Hendy sama sekali ngga menikmati lagu itu. Menurut gue, gubahannya hanyalah sebuah aransemen dari lagu "Jali-jali" yg sudah ada sejak jaman dulu kala. Dari awal sampai akhir, nada "Ini dia si jali-jali…" ngga pernah berhenti berkumandang. Ditambahkan banyak "pemanis" standar yg banyak ditemukan di lagu-lagu klasik lainnya, tapi menurut gue tidaklah menjadikan lagu tersebut menjadi lebih manis karena terlalu banyak "pemanis" dimana-mana. Ibarat teh diberi terlalu banyak gula, rasanya jadi terlalu manis.
Gue tidak merasakan perasaan haru yg biasa gue rasakan kalo habis selesai nonton konser di Erasmus Huis. Jadi, setelah Ananda Sukarlan selesai memainkan Rhapsodian Nusantara No. 1, rasanya gue pengen segera hengkang dari situ, tapi harus menunggu pembagian door prize dulu
Untunglah ada yg mengobati rasa kecewa gue, yaitu berupa snack. Hahaha.. Jarang-jarang lho, tepatnya gue belom pernah ngerasain, ada konser piano yg udah gratis, eh disuguhin snack pula
Snack-nya enak-enak pula. Hmm.. Lain kali mau dateng lagi ah, untuk makan snack-nya aja. Hahaha…
lokasi persis acara nya dimana che ? deket pintu masuk ya ? ato deket air mancur ? kan seru tuh klo Grand nya kena cipratan air dan gelembung sabun… ~la la la~
di lantai 5 yad.. di tempat yg namanya “Skybridge”, depan resto chinese food apa gitu, gw lupa deh… performancenya ada 2x sih.. gw nonton yg pertama, di skybridge.. yg ke-2 sih di lantai 3 ktnya.. ga mgkn lah dkt2 air.. scr sayang piano gitu lhoooo…
iya gw ud memantau ke lokasi acara. tapi sayang, gw datang pada waktu yg tidak tepat. piano-2 itu dibiarkan tergeletak begitu saja, layaknya rerumputan hijau di padang belantara…
lo pencet2 aja sampe puas yad.. huehehehe…