Stephenie Meyer’s : Twilight
January 2, 2009 by cherleechan
Alkisah seorang cewe clumsy bernama Isabella Swan pindah dari Phoenix ke Forks, bagian US yg curah hujannya paling tinggi, dikarenakan nyokapnya nikah lagi dan mau ikut suaminya pindah ke Florida. Dia memutuskan untuk ikut bapaknya, Charlie Swan, seorang kepala polisi di Forks.
Awalnya dia sangat benci tinggal di Forks. Selain karena matahari ngga pernah bersinar terang, yg ada hujan dan hujan, sepertinya semua orang di sekolahnya juga kelewat perhatian sama Bella yg sebenarnya kurang suka dengan perhatian dan lebih suka menyendiri. Apalagi setelah dia duduk sebangku di kelas Biologi dengan Edward Cullen, salah satu cowo dari rombongan keluarga Cullen dan Hale yg eksklusif. Entah kenapa Edward seperti kesal sekali dengan Bella. Dia duduk sejauh yg dia bisa dan tangannya terkepal terus sepanjang pelajaran seakan ingin meninju Bella dan ekspresi mukanya pun terkesan marah. Edward juga sama sekali tidak menyapa dan ngeloyor keluar ruangan secepat kilat begitu pelajaran berakhir. Dan di akhir hari pertamanya bersekolah, Bella mendapati Edward sedang memaksa petugas TU untuk memindahkan kelas Biologi-nya ke kelas mana saja asal tidak yg sekarang. Tapi sayang sekali, seluruh kelasnya penuh. Besoknya dan selama beberapa hari, Edward tidak masuk sekolah.
Bella menanti-nanti Edward masuk kembali untuk mengkonfrontasinya tentang sikapnya yg sama sekali tidak bersahabat. Tapi kenyataannya, sewaktu masuk kembali, sikap Edward sama sekali berbeda dibanding hari pertama bertemu. Bahkan dalam suatu kecelakaan yg hampir merenggut nyawa Bella, Edward menyelamatkan nyawanya. Tapi ada suatu kejanggalan dalam aksi penyelamatan itu. Bella yakin sekali ia melihat Edward berdiri cukup jauh darinya dan bagaimana mungkin dia bisa berada di sisinya dalam 1 detik. Selain itu, ada bekas penyok berbentuk kontur bahu Edward di badan mobil yg hampir merenggut nyawanya. Interogasi Bella membuat Edward kesal. Dan mereka pun tidak bicara berhari-hari. Sampai akhirnya Edward menyerah karena kesal Mike Newton mengajak Bella kencan di depan hidungnya.
Dari sinilah kisah cinta antara Bella dan Edward terus berlanjut. Walaupun Edward terus-menerus mencoba menyangkal, tapi dia tidak dapat menahan keinginan hatinya untuk terus berada bersama Bella. Edward merasa dia adalah bahaya bagi Bella, sedangkan Bella menyatakan diri bahwa dia tidak takut terhadap Edward dan yakin Edward tidak akan pernah menyakitinya. Bella tahu Edward dan seluruh keluarga Cullen dan Hale lainnya adalah vampir. Dan Bella juga tahu bahwa Edward sangat menyukai aroma darahnya, tapi cintanya membuatnya tidak bisa berpisah jauh-jauh dari Edward.
Sebenernya sih kisah cintanya klise lah ya. Endingnya gimana, rasanya udah bisa ditebak. Tapi buku ini masih buku pertama, masih ada 3 buku lanjutannya dan 1 buku yg berisi keseluruhan cerita dari sudut pandang Edward (yg lainnya dari sudut pandang Bella). Dinikmati aja deh alurnya ![]()
Tapi yg pasti, gue boleh menyarankan untuk wanita-wanita yg lagi in the mood of love, ya boleh lah untuk baca novel ini. Kalo lagi patah hati jangan deh, soalnya nanti malah jadi kelewat bermimpi. Di novel pertama ini kesan Edward Cullen begitu kuat. Bener-bener dibuat sebagai karakter cowo impian semua wanita. Ganteng, atletis, humoris, pintar, kaya, dan yg paling penting di antara yg terpenting adalah very loving and caring. Dan satu nilai plus untuk gue sih, dia jago main piano juga. Wekekekekeke..
Yah boleh lah untuk sedikit bermimpi asal jangan lalu membandingkan realitas dengan mimpi karena rasanya mustahil ada cowo kayak Edward Cullen. Ada aja mustahil, apalagi mau sama elo. Huehehehehe.. ![]()
Dibandingkan dengan filmnya, novelnya jauh lebih kuat menyihir. Yah, kalo sama filmnya aja udah kesihir, sebaiknya baca novelnya deh, dijamin lebih jauh masuk ke alam sihir. Hehehe.. Ada beberapa bagian yg sepertinya agak salah kaprah di film. Misalnya, Jacob Black. Dia seharusnya lebih muda dari Bella dan masih agak kekanakan. Tapi di film udah kayak jagoan. Hehehe… Tapi yah mungkin agak sulit juga untuk syutingnya kalo harus menampilkan detail2 pertumbuhan Jacob. Dan sepertinya cast untuk Isabella Swan terlalu cantik. Mungkin seharusnya si bintik-bintik di film Transporter 4 itu kali yg jadi Bella. Hehehe.. Sedangkan untuk Edward Cullen, well no comment deh. Menurut gue sendiri sih dia kurang ganteng. Tapi mungkin itu selera pribadi aja. Karena ternyata dia main jadi Cedric Diggory juga di Harry Potter 4 dan gue masih inget betapa kecewanya gue liat Cedric. Huehehehe… Mungkin untuk sebagian besar dia guanteng buanget. Tapi gue masih lebih suka yg jadi Oliver Wood di Harry Potter. Cuma emang dia ngga cocok jadi Edward Cullen. Hahaha.. Siapa ya yg cocok untuk versi gue.. Entahlah.. Si Robert Pattison ya lumayan lah.. Gue cukup suka dengan postur tubuh, gaya, suara dan sorot matanya, cuma mungkin gue kurang suka sama bentuk rahang dan bibirnya dengan lipstik yg kelewat merah dan rambutnya juga kali ya. Entahlah. Leher ke bawah OK. Leher ke atas, xoxo. Hehehe.. At some angles, ganteng juga sih. Tapi entahlah. Huehehehe… Soalnya dandanannya sebagai Cedric Diggory dan Edward Cullen sama banget, cuma di Twilight dia dibedakin 10 cm aja deh sampe putih banget. Hehehe..